Tips Menggunakan Microwave

by LG Indonesia, 02 Jan 2014

microwavecookingMicrowave adalah salah satu perangkat memasak modern yang membutuhkan teknik atau cara masak khusus yang berbeda seperti perangkat masak yang lain seperti kompor minyak tanah, kompor briket batubara, kompor gas elpiji, oven dan lain sebagainya. Maka untuk dapat menghasilkan makanan olahan sesuai dengan yang kita inginkan maka sebaiknya kita memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Pelajari Dengan Baik Sebelum Menggunakan

Baca buku petunjuk dan pelajari dengan seksama bagaimana cara mengoperasikan sebuah microwave yang baik dan benar. Tanyakan kepada orang lain atau toko tempat anda membeli jika ada yang belum jelas. Jika sudah paham maka yang pertama dilakukan adalah mencoba membuat sesuatu yang sederhana seperti membuat mie instan, menghangatkan roti, dan lain sebagainnya. Cara pengoperasian yang salah bisa membahayakan anda dan orang lain.

2. Wadah Khusus Tahan Panas Mikrowave

Gunakan wadah yang didesain khusus untuk microwave yang memiliki ketahanan panas yang baik sehingga tidak akan lumer aaupun pecah saat dipanggang dengan suhu yang sangat tinggi.

3. Rawat Microwave Dengan Baik

Bersihkan perangkat dari kotoran yang menempel baik di luar maupun di dalam secara rutin agar mesin microwave dapat terus berjalan dengan baik. Cabut listrik terlebnih dahulu sebelum membersihkan microwafe agar tidak tersengat listrik. Jika ada kerusakan segera perbaiki sendiri atau di tempat service agar perangkat kita tidak membahayakan bagi kita dan orang lain di sekitarnya.

Tips menggunakan Microwafe

- Cuci bahan makanan yang akan dimasak hingga bersih dari kotoran dan bahan kimia pembunuh hama.

- Bahan makanan seperti sayur-sayuran dapat rusak atau hilang vitamin dan gizinya jika terlalu lama dipanaskan.

- Untuk menghangatkan makanan sebaiknya panaskan selama satu atau dua menit saja agar hemat listrik.

- Gunakan sarung tangan yang tahan panas jika kita mengeluarkan wadah atau makanan dari dalam mikrowaif agar tangan kita tidak kepanasan.

- Kalau ingin mencoba memasak mempraktekkan resep masakan di majalah atau dari sumber yang lainnya, kalau tertulis dimasak selama 20 menit, maka ketika kita akan menggunakan microwave saat memasak, waktunya dikurangi menjadi 15 menit, karena mengolah masakan menggunakan microwave akan lebih cepat matang.

- Potonglah bahan makanan seukuran dan sebentuk, agar hasilnya matang merata.

- Untuk masakan berkuah, kurangi airnya sepertiga dari ukuran normal, karena penguapan di dalam microwave tidak sebanyak seperti memasak menggunakan kompor.

- Pilih tempat meletakkan makanan yang berukuran lebih besar dari yang disarankan bila memakai open biasa.

- Ikuti saran memasak makanan sesuai petunjuk di microwave. Tergantung jenis bahan makanan yang akan dimasak.

- Untuk menambahkan keju atau topping lainnya sebaiknya dilakukan setelah makanan matang, agar tidak keras atau lembek. Bila perlu, dimasak lagi selama 1 menit pada suhu panas sedang agar topping menyatu dengan makanan.

- Jangan lumuri daging dengan tepung bila hendak memasaknya dengan air karena tepungnya akan menjadi lembek.

- Jika makanan yang hendak dimasak atau dihangatkan banyak mengandung cairan seperti puding, saus, dan sup (daging, ikan, sereal, dan sayuran), sebaiknya gunakan posisi pemasakan high.

- Bila makanan yang dimasak berupa pie crust, cake, frozen food siap santap, steak daging has ukuran kecil, dan ayam, sebaiknya gunakan posisi pemasakan medium. Bila makanan yang dimasak berupa roti, telur, keju, steak daging has ukuran besar, atau hendak melelehkan mentega, cokelat, atau bahan pangan mentah beku, sebaiknya gunakan posisi pemasakan low.

- Hal lain yang perlu diperhatikan adalah waktu pemasakan. Makanan dan minuman yang kita masak dalam microwave akan tetap mengalami pemanasan sesaat setelah dikeluarkan dari oven. Karena itu, perlu diperhatikan lama suatu bahan berada di microwave, supaya tidak terlalu matang.

- Bila menggunakan microwave, bagian luar makanan biasanya akan lebih cepat matang. Karena itu, harus diatur agar bagian yang paling tebal terletak di bagian terluar piring atau wadah. Bila memungkinkan, dapat dilakukan pengadukan atau dibolak-balik sebanyak satu hingga empat kali selama proses memasak. Makin sering diaduk, makanan semakin rata masaknya.

- Wadah makanan sebaiknya sesering mungkin diputar, apalagi bila menggunakan posisi pemasakan high. Hal tersebut bertujuan agar proses pemasakan dapat merata.

- Selain itu, makanan yang hendak dimasak sebaiknya ditutup untuk mencegah microwave dari percikan bahan yang dimasak. Dengan demikian, bagian dalam microwave tetap bersih.

- Jenis penutup yang digunakan dapat bermacam-macam seperti kertas towel, kertas waxed (berlilin), ataupun tutup gelas biasa. Kertas towel mempunyai kemampuan menyerap air, sehingga biasanya digunakan untuk bahan pangan yang dikehendaki kering dan bebas dari uap air. Kertas waxed digunakan untuk menahan panas dan menjaga panas uap air di dekat bahan pangan tanpa mengikat uap air tersebut. Memasak cake dan roti paling baik menggunakan kertas lilin.

- Untuk memasak sup ataupun sayuran, sebaiknya gunakan kemasan plastik atau tutup gelas biasa, supaya air tidak menguap dan sayur cepat panas. Perlu diusahakan agar proses penutupan tidak terlalu rapat untuk mencegah terjadinya letusan.

- Untuk makanan kaleng, sebelum dimasak sebaiknya dipindahkan dahulu ke dalam piring. Hal itu perlu dilakukan karena kaleng mengandung unsur logam yang membuat kerja microwave menjadi tidak optimal.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>