Asisten Pelatih Thailand U-23 Sebut Timnnya Akan Bermain Tanpa Pemain Senior Di Asian Games 2018

Timnas Thailand U-23 telah pastikan tidak akan menggunakan pemain senior di Asian Games 2018. Setiap tim boleh menggunakan maksimal tiga pemain di atas usia 23 tahun.

Naruephon Kaenson, asisten pelatih Thailand U-23, ungkapkan hal tersebut setelah laga menghadapi timnas Indonesia U-23 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (3/6/2018).

Sebenarnya timnas Thailand U-23 masih memiliki kesempatan untuk memanggil pemain senior yang saat ini bermain di J-League. Mereka adalah Chanathip Songkrasin, Teerasil Dangda, Theerathon Bunmathan dan Chaowat Veeracha. Namun, Kaenson mengatkan timnya memilih untuk tidak menggunakan jasa mereka.

“Kami tidak akan menggunakan pemain senior di Asian Games. Karena beberapa dari mereka bermain di J-League. Kami memutuskan untuk menggunakan pemain U-23,” ujar Kaenson.

Timnas Thailand U-23 masih tetap percaya diri untuk bermain di Asian Games 2018. Pada Asian Games sebelumnya di Incheon, Korea Selatan, Thailand U-23 berhasil lolos ke babak semi-final.

‚ÄúTarget kami ingin meraih medali, apapun itu. Rekor terbaik kami adalah peringkat keempat seperti edisi terakhir, jadi sekarang kami berharap bisa meraih target lebih tinggi,” tegas Kaenson.

Untuk hasil pertandingan kedua melawan timnas Indonesia U-23 yang berkhir imbang tanpa gol. Kaenson menilai hal itu disebabkan skema serangan timnya tidak berjalan sesuai rencana. Ia juga menyebut menghadapi Indonesia U-23 memiliki kesulitan tersendiri.

“Laga yang tidak mudah melawan Indonesia. Pemain Indonesia punya passion yang tinggi hari ini (kemarin). Kami mencoba memainkan taktik dan pemain yang mungkin akan digunakan di Asian Games,” jelasnya.

“Pertandingan ini lebih baik bagi kami. Temponya lebih cepat. Para pemain juga lebih baik mengontrol tempo pertandingan. Meski begitu kombinasi serangan kami berjalan tak terlalu bagus,” tambahnya.

Di samping itu, Kaenson kembali memberikan kredit bagi penyerang Indonesia, Alberto Goncalves Da Silva. Meski baru masuk pada babak kedua, namun pergerakan Beto mampu merepotkan benteng pertahanan Thailand.

“Dia (Beto) pemain yang bisa memegang bola di sepertiga lapangan. Jika dia punya dukungan yang lebih baik, itu akan lebih berbahaya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *