iPad Ryonghung Buatan Perusahaan Teknologi Korea Utara Merusak Merek Yang Digunakan Apple Untuk Tabletnya

Lgindonesiablog.com – Kekuasaan yang ada di Korea Utara tampaknya sudah tidak peduli lagi dengan konvensi internasional, jadi mungkin tidak mengherankan jika mereka tetap menggunakan bahasa mereka dengan berbagai pelanggaran merek dagang dan hak paten yang sering terjadi, dan kali ini tampaknya menimpa raksasa teknologi Amerika Serikat, Apple.

Sebuah perusahaan teknologi di negara komunis tersebut, Ryonghung, kabarnya telah meluncurkan sebuah tablet yang disebutnya sebagai iPad Ryonghung. Ini jelas-jelas merusak merek yang digunakan Apple untuk tabletnya, sampai ke penggunaan huruf kecil “i” dan huruf besar “P” identik sama persis.

Apple sendiri mengenalkan kategori produk tabletnya dengan nama “iPad” di tahun 2010 yang lalu, namun sampai sekarang tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan dan dimana penggunaan nama “iPad” terlebih dahulu dimunculkan. Meskipun begitu seperti yang telah diketahui bersama, selama ini merek dagang dengan nama “iPad” pada dasarnya selalu gunakan oleh Apple.

Sebelumnya Korea Utara kabarnya juga pernah merusak salah satu produk Apple dengan versi iMac-nya yang telah dimuati dengan Red Star 3.0, salinan lengkap OS X. iPad Ryonghung hadir dengan sistem operasi yang masih belum diketahui. Sedangkan untuk dukungan juru gedornya kabarnya telah mengandalkan kekuatan processor Quad-core 1.2GHz. Selain dibekali RAM 1GB dan Hard Disk 8GB, iPad Ryonghung juga menawarkan keyboard fisik, port HDMI dan memiliki lebih dari 40 aplikasi pra-instal termasuk yang dapat mendiagnosis 1.200 penyakit. Program lain dapat ditambahkan dengan memasukkan kartu SD yang terpisah.

Berdasarkan pernyataan dari Marketing material for the Ryonghung iPad, iPad Ryonghung sekarang populer di kalangan pelanggan, dapat melakukan berbagai fungsi seperti membaca berbagai sumber informasi digital, pekerjaan kantor dan dokumentasi, dan juga memiliki lebih dari 40 aplikasi. Selain peningkatan stabilitas dalam hal sistem operasi, iPad tersebut juga telah dilengkapi dengan 4 CPU dan HDMI, plus keyboard dan koneksi jaringan.

Sejauh ini, belum ada kabar dari pihak Cupertino sendiri terkait reaksi terhadap pelanggaran tersebut. Dan tak dapat dipungkiri lagi, pada dasarnya penggunaan nama “iPad” sendiri selama ini terlanjur telah melekat pada kategori nama produk tablet besutan Apple.

Dan tengok saja pada tahun 2012 yang lalu, Apple kabarnya telah berhasil menggugat salah satu perusahaan China bernama Proview yang jelas-jelas telah menggunakan nama iPad pada sejumlah produk tabletnya di China. Tak ayal lagi akibat gugatan Apple tersebut, akhirnya pihak Proview yang kalah dalam gugatan itu terpaksa harus membayar ganti rugi sekitar $ 60 juta dari total yang dimintanya sebesar $ 2 miliar kepada Apple.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *